| Mengemban Misi Menarik Investor | | Print | |
| Sabtu, 01 November 2008 | |
DR. Alwi Shihab:
Ditunjuk sebagai Utusan khusus Presiden RI untuk Timur Tengah, merupakan tugas yang tidak ringan. Ia harus meyakinkan para calon Investor agar mau berinvestasi di Indonesia. Beberapa langkah dan kebijakan pemerintah banyak mendorong keberhasilan tugasnya.
Tokoh yang satu ini terbilang sangat pada dengan berbagai kegiatan. Kedudukannya sebagai utusan khusus Presiden untuk Timur Tengah, membuatnya harus bolak-balik Indonesia dengan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, bahkan Eropa dan Amerika. Dr. Alwi Shihab, adalah sosok sederhana dan penuh wibawa serta ramah dengan semua kalangan. Ditengah kepadatan tugas negara yang diembannya, Selebriti News berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan mantan Menlu dan juga Menko Kesra tersebut di ruang kerjanya pekan lalu.
Sosok yang kaya pengalaman dan punya network luas dengan luar negeri ini menaruh harapan besar akan perbaikan bangsa dan negara ini dimasa mendatang. Upayanya untuk meyakinkan dunia internasional dengan jalan mempresentasikan potensi yang dimiliki Indonesia, dengan segala macam sumber daya alam yang dimilikinya semakin menambah kepercayaan dunia internasional terutama bagi negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mengembangkan usahanya di Indonesia.
"Tugas saya yang diberikan oleh Presiden adalah berusaha menarik investro asing khususnya Timur Tengah agar mereka mau menanamkan investasinya di Indonesia. Kita harus memanfaatkan petro dollar dari kawasan itu akibat kenaikan harga minyak dunia. Mereka punya uang melimpah dan bisa diinvestasikan di Indonesia. Ini yang harus saya lakukan," jelasnya.
Dalam mengemban tugas mulianya tersebut, mantan Menlu di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengaku, dipercaya oleh pemerintah adalah amanah. Dan amanah tersebut harus dilakukannya dengan setulus hati demi bangsa dan negara. Tugas tersebut memang tidak ringan. Dimana Alwi harus bisa meyakinkan bahwa Indonesia merupakan negra yang cukup aman untuk investasi. Dan Indonesia harus menjamin keamanan yang kondusif, politik, hukum dan penanganan korupsi. "Dan sekarang beberapa langkah pemerintah untuk mewujudkan itu semua sudah berjalan baik," ujarnya.
Alwi juga mencontohkan beberapa Investor Timur Tengah yang sudah melakukan kerjasama dan berinvestasi di Indonesia seperti, EMAAR: Perusahaan developer raksasa dari Dubai, UAE yang menanamkan modalnya di sektor pariwisata Pembangunan kawasan pariwisata bertaraf internasional/ kelas dunia di Pulau Lombok. Pihak EMAAR akan melakukan investasi di kawasan Tourist Development Center seluas 1,175 ha milik PT. PPA dengan nilai investasi lebih dari USD 600 juta.
Dibidang Energi misalnya Gulf Petroleum Limited dan BDO Group dari Bahrain (Mining power Corporation) akan bekerjasama dengan PT Indonesia Investment Development dalam Pembangunan Power plant di Indragiri Riau, Indonesia serta Al Salam Bank Bahrain: merupakan salah satu perusahaan EMAAR group, Pihak perbankan Emaar group (Al Salam Bank) untuk pendirian cabang di Indonesia terutama mengantisipasi investasi EMAAR di Lombok dan beberapa mega proyek lainnya siap masuk ke Indonesia.
Menurut Alwi, dia begitu cepat akrab dengan beberapa negara di Timur Tengah, karena para petinggi di kawasan tersebut adalah sahabatnya sewaktu menjabat menteri Luar Negeri. Dan ada beberapa diantara negara Timur Tengah tersebut kini telah menjadi kepala negaranya, sehingga jaringannya yang sudah terbina tinggal menindaklanjutinya. Atas upaya dan kerja kerasnya dia mendapat dukungan penuh dari pemerintah baik Presiden maupun wakil presiden, dengan menindaklanjuti pembicaraan pada tingkat kepala negara atau kepala pemerintahan.
Dia yakin kedepan para investor akan semakin banyak lagi yang berminat menanamkan modal di Indonesia, meski terkendala dengan bahasa maupun birokrasi. "Hambatannya adalah orang-orang itu maunya dilayani dengan cepat. Sementara pola kerja kita di Indonesia yang santai membuat mereka sedikit mengeluh karena lamban dan panjangnya birokrasi. Namun itu semua bisa diatasi dengan peningkatan pelayanan dan SDM. Setiap ada pekerjaan pasti ada hambatan tapi kita harus bisa melewati hambatan itu," tambahnya. EAS, Subhan.
Sumber: Forum Komunikasi Anak Bangsa
BIODATA
Nama: Alwi Abdurrahman Shihab.
Lahir: Rappang, Sulawesi Selatan, 19 Agustus 1946.
Agama: Islam.
Keluarga:
Isteri: Ashraf Shahab.
Anak: M. Rizvi Shihab, Samira Shihab, dan S. Samy Shihab.
Pendidikan:
1968: University of AI-Azhar, Cairo.
1986: IAIN Alaudin, Ujung Pandang ? Sulawesi Selatan.
1990: University of Ain Shams, Cairo: Ph.D.
1992: Temple University, USA: M.A.
1995: Temple University, USA: Ph.D.
1995-1996: Harvard University: The Center For the Study of Word Religious, USA: Post ?Doctorate.
Karir dan Aktivitas
Bidang Ekonomi
1975 -1979 : Presiden Direktur Glass Priangan Factory, Cianjur, Indonesia
1979 -1982 : Presiden Direktur Alfa Contracting Company, Jeddah
1982 -1986 : Presiden Direktur PT. Prima Advera, Jakarta
1982 : Pendiri Yayasan Darul Qur'an, Jakarta
1986 -1990 : Comisaris Eagle Tripelti, Jakarta.
1986 : Comisaris PT Dhafco Manunggal Sejati, Jakarta.
Bidang Akademik
1993 -1995 : Temple University Department of Religion, USA, assistant Professor.
1996 : Harford Seminary , Harford, Connecticut, USA, Professor.
1996 : Penghargaan Akademi (Academic Award) dari Pemerintah Mesir.
1998 : Harvard University - Divinity School, USA, Professor.
2002 : Dosen Universitas Islam Kadiri, Kediri, Jawa Timur.
2002 : Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia.
2008: Penghargaan peniti emas dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Karya Ilmiah
1997: Inclusive Islam (English Version) or Islam Inklusif (Versi Bahasa Indonesia).
1998: Muhamadiyah Movement and It?s Controversy with Christian Mission (English version) or
Membendung Arus (Versi Bahasa Indonesia).
2001: Sufistic Islam (English version) of (Islam Sufistik (versi bahasa Indonesia).
2004: Membedah Isalm di Barat ?Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman (versi bahasa Indonesia).
2008: Examining Islam in the West "Addressing Accusations and Correcting Misconceptions" (English version).
Pembicara Forum
1985 -1988 : University of Averoes, Jakarta, Penceramah.
1994 -1995 : Philadelphia College of Textile & Science (spiritual Development Program), USA " Penceramah. 2006: Brigham Young University Devotional Forum, "Building Bridges of Understanding: The Church and
the World of Islam", Pembicara.
Bidang Politik dan Pemerintahan
1999 : Anggota DPR RI.
1999 - 2000 : Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
2002 - 2005 : Presiden Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
2004-2005 : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra).
2006-sekarang: Utusan Khusus Presiden Urusan Timur Tengah.
2007- sekarang: Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
Bidang Keorganisasian
1988 : Anggota, Presidium International Forum Indonesia (IFI), Jakarta.
1994 : Anggota, Advisory Board of The Religious Consultation on Population Reproductive Health and Ethies, Washington DC.
1995 : Anggota, International Scholars Annual Trialogue (ISAT), Philadelphia, USA.
1996 : Anggota, International Connection Committee, American Academy of Religion, Atlanta, Georgia, USA.
1998 : Anggota, Board of Trustee Harvard Center for the Study of World Religions Cambridge, USA.
1998 : Anggota, of the Advisory Board, Center for the Study of World Religions Harvard Divinity School, USA.
1999 : Chairman of the Board, Bina Bangsa (Nation Building) Foundation, Jakarta.
2000 : Patron ICWA ( Indonesian Council of Word Affairs), Jakarta.
2007 : Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia






| Users' Comments (1) |
|
Posted by prakoso
25-12-2008 06:49, 06:49 , Assalamu'alaikum. Memang Dr.Ali sihab ini apa aja bisa..memang orang hebat..Tapi saya ingin sedikit bertanya..?maklumlah belum terlalu pahan dengan msalah politik luar negri..Jadi dengan banyaknya investor menanamkan modal bukankah Negara kita dimiliki negara lain..Dijajah Lagi dong..?Nanti kalaw kontraknya lama dan Sby sudah tidak menjabat presiden Lagi ya yang kena pemerintahan selanjutnya..?Ah bingung saya jadinya..?kenapa masih masih mengharap investor terus si..?apa tidak ada jlan Lain untuk membangun perekonomian indonesia,..?Peningkatan SDM sangat penting?Berarti nyari investasi guru ja |
||
|
mXcomment 1.0.6 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
| < Prev | Next > |
|---|


Dr. Alwi Shihab (Visitor Scholar di Hartford Seminary, AS, dan pe...



